Bab II
STUDI PERAN PEREMPUAN DALAM PENGAMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI DI KOTA PEKALONGAN
(penelitian ini dibiayai oleh kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan)
Victorianus Aries Siswanto
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Obyek Penelitian
Populasi unit usaha kecil menengah
(UKM) dibidang tekstil utamanya untuk produksi batik dan tenun ATBM diwilayah
kota pekalongan sudah mencapai 1150 buah. Sektor ini memberikan kontribusi yang
cukup besar bagi pendapatan daerah kota pekalongan, sebesar kurang lebih 45%
dari total pendapatan per tahun. Sampai ini hasil produk tekstil UKM beruba
kain batik, serta kain tenu ATBM masih sangat diminati dan menjadi daya tarik tersendiri
bagi konsumen diseluruh indonesia maupun luar negri.
Dukungan dari pihak pemerintah
daerah dalam rangka meningkatkan potensi dibidang UKM sangat tinggi, ditinjau
dari dukungan penyaluran kredit dari BUMN kepada UKM dari tahun 1994-2006 telah
mencapai sekitar Rp.5 miliyar lebih. Juga ditinjau dari rencana Kerja Pemuda
2006 pada poin ke-9 yang terfokus pada Program Pengembangan Sistem Pendukung
Usaha UKM.
Hasil Penelitian
Didalam menjawab pertanyaan
kuensioner, responden dapat menjawab pertanyaan lebih dari satu jawaban,
sehingga total hasil olahan data ini tidak sama jumlahnya..
1.
Pemakaian Teknologi Informasi
Hasil penelitian
tentang pemakaian teknologi informasi yang telah dijalankan oleh UKM di
pekalongan terlihat 51 orang (39.84) telah menggunakan komputer, namuan hanya
sebatas program pengolah kata dan data atau Ms Word dan Ms Excell. Sedangkan 20
orang (15.63%) telah menggunakan internet dalam menjalankan usahanya. Ada 14
orang (10.94%)yang telah menggunakan software (perangkat lunak) didalam
menjalankan usahanya. Namun ada 30 orang (23.44%) yang belum menggunakan
komputer sama sekali. Disini terlihat bahwa UKM di Pekalongan belum menggunakan
komputer secara maksimal.
2.
Pemanfaatan Teknologi Informasi
Hasil penelitian tentang pemanfaatan teknologi
informasi yang telah dijalankan oleh UKM di pekalongan terlihat 43 orang
(32.58%) memanfaatkan alat bantu teknologi informasi untuk keperluan alat bantu
administrasi , 21 orang (15.91%) telah memanfaatkan teknologi informasi untuk
pengelolahan data, 28 orang (21.21%) memanfaatkan teknologi informasi untuk
keperluan pemasaran, 13 orang (9.85) untuk keperluan lain dan 27 orang (20.45%)
belum memakai teknologi informasi sama sekali atau manual.
3.
Peran Serta Perempuan dalam Pengembangan UKM
Hasil penelitian
sebesar 55 orang (39.29%) permpuan yang menyatakan bahwa mereka berusaha untuk
mengurangi pengguran yang ada di indonesia sebesar 56 orang (40%) mengubah
nasib sebesar 21 orang (15%) dan lainya sebesar 8 orang (5.71%). Sebagian besar
pengusaha perempuan masuk ke dunia wiraswasta untuk mengurangi pengangguran dan
menggurangi beban keluarga.
4.
Kebutuhan Peningkatan Pengetahuan dan
Ketrampilan
Hasil penelitian
peningkatan pengetahuan dan keterampilan, materi yang paling diminati pelaku
usaha wanita adalah pemasaran dan bisnis yaitu 89 orang (67.42%), laporan
keuangan yaitu sebanyak 26 orang (19.70%), laporan keuangan yang sebanyak 13
orang (9.85%), dan lainya sebanyak 4 orang (3.03%). Dalam hal ini terlihat
pelaku usaha wanita ingin belajar banyak bagaimana memasarkan produk mereka
agar berhasil dan bagaimana menjalankan bisnisnya.
PEMBAHASAN
Teknologi informasi yang digunakan
dalam pengembangan UKM, utamanya para wanita sebagai manajemenya, belum
mendapatkan tempat yang memadai. Artinya, teknologi yang informasi yang
digunakan masih terbatas pada pemenuhan kebutuhan administrasi dengan alat
bantu yang bersifat mayoritas sebagai “pengganti mesin ketik”. Dengan kata lain
teknologi informasi masih dimaknai sebagia alat bantu administratif harian
(transactional processing). Padahal, teknologi informasi dan percepatanya sudah
sangat luar biasa dan juga jika dioptimalkan akan meberikan daya dukung yang
luar biasa dalam berbisnis. Hal ini mengisyaratkan bahwa UKM, utamanya para
wanitanya masih sangat membutuhkan banyak informasi tentang peran serta
teknologi informasi yang sesungguhnya dalam dunia bisnis secara praktis. Disisi
lain, kemampuan dan keahlian para wanita dalam menggunakan teknologi informasi
juga harus ditingkatkan.
Dalam
sisi peran serta wanita dalam usaha kecil menengah, dapat diketahui bahwa etos
kerja para wanita sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian
dimana para wanita memiliki keinginan yang sangat besar untuk memberikan
kontribusi dalam menyejahterakan keluarganya. Bahkan para wanita menghendaki
adanya pengurangan pengangguran. Dalam hal ini mengisyaratkan bahwa para wanita
tersebut memiliki kegigihan dalam usaha yang tinggi dan perlu diberikan arahan
dan wawasan yang benar dan tepat tentang bagaimana mengelola bisnis secara
moderen. Jika hal ini diberikan, pera
wanita tersebut dapat menjadi wirausahawati yang sangat tangguh.
Dari
paparan diatas, beberapa hal yang dapat direkomendasikan demi peningkatan
kualitas wanita wirahusawati dibidang UKM batik adalah sebagai berikut:
1. Perlu diberikan pelatihan secara berkelanjutan
dengan materi utama, mengelola bisnis secara moderen , memasarakan produk
secara moderen, teknologi informasi dalam bisnis, pemanfaatan teknologi
informasi secara praktis.
2. Materi-materi tersebut harus dirancang dalam
sebuah kurikulum yang berkelanjutan dengan indikator keberhasilan yang telah
ditetapkan
3. Perlu dilakukan pendampingan setelah pemberian
materi pelatihan perlu dilakukan evaluasi terhadap keterserapan materi dengan
implementasi di lapangan.
SIMPULAN
Dari penelitian diatas dapat diketahui
beberapa hal tentang para wanita wirausahawati di bidang UKM batik kota
Pekalongan sebagai berikut:
1. Pemanfaatan teknologi informasi belum maksimal
2. Keahlian di bidang teknologi informasi masih
sangat minim
3. Motivasi berwirausaha disebabkan oleh
keinginan mengurangi beban keluarga dan pengangguran
4. Berdasarkan hasil kuesioner dari responden,
merek berkeinginan untuk belajar tentang pemasaran dan pengelolaan bisnis
secara moderen, dimana kegiatan ini dapat dilanjutkan pada pengabdian
masyarakat demi kemajuan UKM yang
dimimpin oleh wanita.
DAFTAR PUSTAKA
·
Anonim,
(2000). Wanita dan Pria Di Indonesia 2000, Biro Statistika Kesejahteraan
Rakyat, BPS, Jakarta.
·
Anonim,
(1994). Usaha Bersaing Untuk Wanita dan
Pemuda, ide Usaha Kecil dan Madya, Cakrawala Cinta, Jakarta.
·
B.S.
Kusmuljono, (2007), Peran Keuangan Mikro dalam Mendukung Produktivitas
Ekonomi Wanita, makalah disampaikan pada Rakor Pelaksanaan Kebijakan
Peningkatan Produktivitas Ekonomi Wanita di Jakarta tanggal 28 Maret 2007
·
Gunari
Budhiretnowati dan rapma siahaan (2006), Menggerakan
Denyut Nadi Koperasi Wanita dalam Menghadapi Era Globalisasi.
·
Jurnal
Pengkajain Koperasi dan UKM (2006), Studi
Peran Serta Wanita Dalam Pengembangan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi ,
Nomor 1 Tahun 1
·
Roosganda
Eliabeth (2007), Pemberdayaan Wanita
Mendukung Strategi Gender Mainstreaming dalam kebijakan Pembangunan Pertanian
di Pedesaan, Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor
·
Sri
Lestari Harsosumarto (2007), Koperasi
dan Pemberdayaan Perempuan, Kasubid Evaluasi dan Pelaporan serta Peneliti
Muda Bidang Perkoperasian, Deputi Bidang Pengajian Sumberdaya UKMK.
Sumber : Google.com
Sumber : Google.com