STUDI PERAN PEREMPUAN DALAM
PENGAMBANGAN USAHA KECIL MENENGAH MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI DI KOTA
PEKALONGAN
(penelitian ini dibiayai oleh kementrian
Negara Pemberdayaan Perempuan)
Victorianus Aries Siswanto
Abstrak:
Bidang teknologi informasi memberi prospek
pada bangsa indonesia yang tengah dilanda krisis ekonomi. Untuk itu bisnis yang
didukung oleh teknologi informasi perlu mendapat perhatian yang khusus karena
sifatnya yang strategis bagi bangsa indonesia. Jumlah wanita yang mendalami
teknologi masih sangat sedikit, yang artinya hal ini menunjukan bahwa minat
wanita dalam bidang teknologi masih minim. Disisi lain kemampuan dan keahlian
para wanitadalam menggunakan teknologi informasi juga harus terus ditingkatkan.
Metode penambahan wawasan dan informasi serta peningkatan kemampuan dan keahlian
dapat dilakukan dengnan cara pelatihan, workshop dengan teknik yang praktis dan
sederhana dalam penyampaianya.
Kata
kunci : Teknologi informasi, pelatihan.
LATAR BELAKANG
Krisis ekonomi di indonesia yang tak kunjung
selesai membuat usaha-usaha besar gulung tikar dan membuat beban bagi bangsa
dan negara mangkin berat karna usaha yang gulung tikar maka mangkin banyak
pengangguran. Melihat penomena ini kiranya perlu usaha-usaha untuk mendukung
daya pertumbuhanya. Pengindentifikasian masalah yang terjadi pada sektor usaha
kecil perludilakukan pemantauan terus menerus agar mampu meningkatkan
pertumbuhan dan daya saing.
Dalam menghadapi era globalisasi,
sebanyak 180 negara yang tergabung dalam Dewan Milenium, pada september 2000
dimarkas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyepakati suatu kerangka
pembangunan global untuk perbaikan dan pencapaian kehidupan masyarakat dunia
yang layak. Kerangka tersebut dituangkan dalam tujuan pembangunan millenium
(Millenium Develoment Gols, MDGs). Isi dari MDGs indentik dengan pembukaan
udang-undang dasar 1945 alinea ke-4. Salah satu tujuan MDGs adalah mengentasan
kemiskinan dan kelaparan, mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan
wanita serta menjamin keberlangsungan lingkungan hidup (Kusmuljono,2007).
Persoalan wanita adalah persoalan
struktural dengan faktor penyebab dan kendala yang tidak tunggal antara lain
adanya terbatasan wanita untuk meproleh pendidikan, memperoleh akses ekonomi,
berorganisasi dan lainya masih tetap berlaku. Ketimpangan gender seluruh kehidupan
merupakan kondisi utama yang menghantarkan wanita pada posisi yang terjepit.
Keadaan sekarang yang banyak terjadi
adalah suami yang harusnya sebagai kepala rumah tangga sudah banyak yang
menjadi pengangguran tidak kentara, padahal kebutuhan rumah tangga, pendidikan
anak berjalan terus setiap harinya. Dengan keadaan ini lah para wanita yang
semula sebagai ibu rumah tangga mulai berperan ganda melibatkan diri dalam
berbagi usaha yang produktif .
Bidang teknologi informasi memberi
prosfek kepada bangsa indonesia yang tengah dilandaa krisis ekonomi. Industri
ditandaia dengan pemogokan buruh, pemungutan liar dan gangguan fisik lainya.
Untuk itu bisnis yang didukung oleh teknologi informasi perlu dapat perhatian
yang khusus karna sifatnya yang strategis bagi bangsa indonesia. Pengusaha di
indonesia sebagian besar dikuasai oleh kaum laki-laki, sebagaian bidang
dikuasai wanita, namun masih ada kekurangan pada pengusaha wanita yaitu
pemanfaatan teknologi, padahal teknologi informasi dalam era globalisasi ini
telah menguasaia bidang dan memegang peranan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia. Berbagai bidang usaha dewasa ini telah menggunakan
keunggulan teknologi misalnya pada proses transaksi baik penjualan, pembelian
atau pesanan yang semakin mudah dan cepat karena dukungan teknologi tersebut.
Melihat berbagai situasi tersebut
kajian peranan wanita dalam pengembangan usaha melalui teknologi informasi
patut dibicarakan dalam upaya menyiasati pemulihan ekonomi di indonesia.
PERUMUSAN MASALAH
1.
Seberapah
jauh wanita menggunakan teknologi informasi dalam pengembangan usaha kecil
menengah.
2.
Seberapa
jauh peran serta wanita dalam usaha kecil menengah.
3.
Bagaimana
kemungkinan pengembangan kemampuan dan pesan serta mereka dalam pengembangan
usaha kecil menengah.
TUJUAN
PENELITIAN
Tujuan
penelitian ini adalah:
1.
Menganalisis
peranan wanita dalam penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan usaha
kecil menenga.
2.
Menganalisis
kemampuan dan peranan serta wanita dalam pengembang
3.
Memperoleh
alternatif peningkatan kemampuan dan peran serta wanita dalam pengembangan
usaha kecil menengah.
TELAAH PUSTAKA
Secara umum masih sedikit diantara
kita yang menyadari bahwa perempuan menghadapi persoalan yang spesifikasi
gender, yaitu persoalan yang hanya muncul karena seseorang atau kelompok orang
adalah perempuan. Tidak saja dikalangan laki-laki, tapi kaum perempuan sendiri
yang masih banyak tidak menyadari hal tersebut, sehingga memandang tidak perlu
persoalan perempuan harus dibahas dan diperhatikan secara khusus. Hal ini terjadi
karena mendalamnya penanaman nilai-nilai mengenai peran laki-laki dan
perempuan, yang menganggap sudah kodratnya perempuan sebagai ratu rumah tangga,
sebagai pengendalian urusan domstik saja atau dominan dimasyarakat kita,
sehingga ada pikiran dan keinginan mengenai kesempatan beraktifitas diluar
dominan rumah tangga dianggap sesuatau yang mengada-ada, sehingga tidak aneh
muncul paradigma perempuan tidak harus sekolah tinggi toh akhirnya hanya akan
mengurus sekitar kasur, sumur, dan dapur. (sri lestari,2007).
Menurut Cakrawala Cinta (Ide Usaha Kecil dan
Madya, 1994), terdapat perbedaan penting yang menentukan jiwa kewiraswastaan,
antara pria dan wanita sulit maju karena :
1. Wanita kurang diajar bersaing, mereka tidak
dikembangkan dengan semangat persaingan yang baik dalam dunia usaha. Sejak
kehidupam kanak-kanak kurang terlibat, kurang terlatih dalam teamwork, misalnya
dalam teamworksport.
2. Wanita terlalu lihat detail pekara-pekara
kecil, mereka terlalu berkepentingan atas hal-hal yang detail dari masalah,
sehingga tidak terbiasa melihat kedudukan perpesktif keseluruhanya, karena
terbiasa dengan hal-hal kecil.
3. Wanita emosionil dalam situasi yang tidak
tepat, sehingga banyak wanita menghabiskan waktumemikirkan “ apa kata orang
nanti” ketika seharusnya dia berfikir secara profesional untuk menyelesaikan
tugasnya. Secara berkepanjangan, sering emosional dan sentimetil apabila
dikeritik tentang pekerjaan, sikap maupun penampilan.
4. Wanita kurang berani mengambil resiko,
berkaitan dengan sering memikirkan “ apa kata orang nanti “, wanita cenderung
melakukan tugas-tugas secara aman dan average (rata-rata) kebiasaan.
5. Wanita kurang cukup agresif, karena sifat
agresif tidak searah dengan pendidikan yang diterima selama ini, sehingga tidak
“berani” pengungkapan “tidak” atas pendapat dan sikap teman kerjanya yang
diketahui salah.
6. Mereka lebih sering bereaksi dari pada
mengambil inisiatif, mereka terlalu rikuh untuk menonjolkan kelebihan pendapat
dan kepemimpinanya dan lebih suka jujur yang telah ada.
7. Wanita lebih berorientasi pada tugas dari pada
tujuan dan sasaran, terkalahkan oleh kebiasaanya dalam pekerjaan rutin dan yang
detail.
Dengan demikian wiraswasta/wirausaha berarti
pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan dalam bidang usah.
Dengan kata lain wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat/jiwa
kewirausahaan/kewiraswastaan, yaitu berani mengambil resiko, keutamaan,
kreatifitas, keteladanan dalam menangani usaha dengan berpijak pada kemauan dan
kemampuan sendiri. (Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM No 1 tahun 1 tahun,
2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar