TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pasca pemilihan pimpinan Majelis
Permuswaratan Rakyat (MPR). Indeks melemah sebesar -74 poin (-1,48%) ke 4.958
setelah bergerak di antara 4.958 -5.004. Sebanyak 71 saham naik, 221 saham
turun, 66 saham tidak bergerak, dan 191 saham tidak ditransaksikan.
Mandiri Sekuritas mencatat, investor
membukukan transaksi sebesar Rp5,31 triliun, terdiri dari transaksi reguler
Rp4,24 triliun dan transaksi negosiasi Rp1,07 triliun. Secara total, investor
asing membukukan transaksi jual bersih (nett sell) sebesar Rp233 miliar. Di
sisi lain, investor asing membukukan transaksi jual bersih sebesar Rp700 miliar di pasar reguler.
Seluruh sektor turun, dipimpin oleh
sektor industri dasar yang melemah -2,92% dan sektor perdagangan yang
terkoreksi -2,03%.
Saham di sektor industri dasar yang
paling melemah adalah PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP, Rp140) yang terkoreksi
-6,67% dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO, Rp159) yang turun -5,92%.
Di sektor perdagangan yang paling
terkoreksi adalah PT United Tractors Tbk (UNTR, Rp19.425) sebesar -5,01% dan PT
Matahari Department Store Tbk (LPPF, Rp15.050, BUY, TP Rp19.000) sebesar
-4,75%.
Dari Asia, mayoritas indeks saham
terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun
sebesar -1,19%, indeks KOSPI Composite di Korea Selatan -0,39% dan indeks Hang
Seng di Hong Kong yang turun -0,68%.
Sore ini, mayoritas indeks saham di
Eropa juga menunjukkan koreksi sejak dibuka siang tadi. Indeks FTSE100 di
Inggris turun -0,57%, DAX di Jerman terkoreksi -0,94%, dan CAC di Perancis
melemah -0,39%.
Di pasar valas, nilai tukar rupiah
melemah sebesar -36 poin (-0,30%) ke Rp12.239 per dolar AS, setelah bergerak di
kisaran Rp12.199 - Rp12.266 per dolar AS. (Yudho Winarto).
Pasar Saham Jeblok 140 Poin Pasca
Terpilihnya Pimpinan DPR
Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) anjlok hingga 140 poin pasca terpilihnya Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
(DPR) yang baru. Investor asing memilih pergi dari lantai bursa sambil bawa
uang 1,6 triliun.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap
dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.150 per dolar AS
dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.125 per dolar
AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG
anjlok 33,803 poin (0,66%) ke level 5.107,110 setelah terkena tekanan jual.
Investor asing terus melepas saham.
Indeks langsung meluncur tajam sejak
pembukaan perdagangan, sampai ke titik terendahnya hari ini di 4.996,962.
Indeks sama sekali tak mampu menyentuh zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG
terjun 96,692 poin (1,88%) ke level 5.044,221 gara-gara makin banyak saham yang
kena koreksi. Pelaku pasar memutuskan keluar dari lantai bursa melihat situasi
politik Indonesia yang kurang kondusif.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi
jual. Seluruh indeks sektoral jatuh ke teritori negatif dengan koreksi
rata-rata lebih dari satu persen.
Menutup perdagangan, Kamis (2/10/2014),
IHSG terjun 140,104 poin (2,73%) ke level 5.000,809. Sementara Indeks LQ45
amblas 27,952 poin (3,21%) ke level 842,858.
Sucorinvest menyebut aksi jual terjadi
menyusul sentimen terpilihnya pimpinan DPR untuk masa lima tahun ke depan.
Ketua dan para wakilnya ini berasal dari Koalisi Merah Putih (KMP)
"Sayang sekali yang terpilih
sebagai Ketua DPR adalah Setya Novanto dair Partai Golkar, bersama empat
wakilnya, Fadli Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Fahri Hamzah (PKS),
dan Taufik Kurniawan (PAN)," kata Tim Sucorinvest dalam riset hariannya.
Seluruh anggota tertinggi di DPR
tersebut merupakan bagian dari KMP yang dipimpin Prabowo Subianto. Selama ini
pelaku pasar saham memang cenderung mendukung Presiden Terpilih Joko Widodo
(Jokowi).
Melihat situasi politik yang tidak bisa
diprediksi ini, investor asing memilih tarik dana dari Indonesia. Transaksi
investor asing sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell)
senilai Rp 1,6 triliun di pasar reguler.
Perdagangan hari ini berjalan cukup
ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 285.234 kali dengan volume 4,5 miliar
lembar saham senilai Rp 6,4 triliun. Sebanyak 41 saham naik, 296 turun, dan 52
saham stagnan.
Sentimen negatif juga datang dari pasar
saham Wall Street yang semalam terkoreksi akibat virus ebola yang sudah
menyebar hingga ke AS. Investor pun lakukan jual panik merespons hal ini,
termasuk bursa-bursa di Asia.
Berikut situasi dan kondisi bursa
regional sore ini:
Indeks Nikkei 225 terjun 420,26 poin
(2,61%) bebas ke level 15.661,99.
Indeks Straits Times anjlok 34,11 poin
(1,05%) ke level 3.229,98.
Saham-saham yang naik signifikan dan
masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Centex (CNTX) naik Rp 1.500
ke Rp 17.000, Waran Sarana (SUPR-W) naik Rp 650 ke Rp 3.850, Indo Tambangraya
(ITMG) naik Rp 350 ke Rp 26.400, dan Renuka (SQMI) naik Rp 165 ke Rp 1.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup
dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun
Rp 650 ke Rp 21.025, BCA (BBCA) turun Rp 625 ke Rp 12.400, United Tractor
(UNTR) turun Rp 575 ke Rp 19.275, dan Mayora (MYOR) turun Rp 550 ke Rp 29.950.
Jokowi & Prabowo Bertemu, IHSG dan
Rupiah Menguat Tertinggi di Asia - See more at:
http://katadata.co.id/berita/2014/10/17/jokowi-prabowo-bertemu-ihsg-dan-rupiah-menguat-tertinggi-di-asia#sthash.I2olp1g1.dpufJokowi
& Prabowo Bertemu, IHSG dan Rupiah Menguat Tertinggi di Asia
KATADATA – Pasca pertemuan Joko Widodo dan Prabowo,
rupiah dan saham langsung menguat tajam. Penguatan rupiah dan indeks harga
saham gabungan (IHSG) pada hari ini merupakan tertinggi di kawasan Asia.
Pada Jumat (17/10), IHSG naik 77,33 poin
ke level 5.028,94 atau 1,56 persen. Sedangkan rupiah menguat 150 poin (1,24
persen) di level Rp 12.110 per dolar AS.
Pasar keuangan kembali bergairah pasca
kegaduhan politik yang terjadi selama hampir satu bulan ini. Hal itu dipicu
kekalahan koalisi partai pendukung Jokowi di parlemen, seperti disahkannya RUU
Pemilihan Kepala Daerah, Kemenangan ketua DPR dan MPR yang berasal dari koalisi
merah putih, atau yang bersebrangan dengan partai pendukung Jokowi.
Hasil riset Katadata menunjukkan,
gejolak politik yang terjadi pada tiga pekan terakhir (26 September – 13
Oktober 2014) mengakibatkan nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan
merosot paling tajam di kawasan Asia.
Selama periode tersebut, rupiah melemah
1,3 persen dan IHSG merosot 4,3 persen. Fenomena ini membuktikan bahwa selain
faktor eksternal, kisruh politik domestik cukup signifikan memberikan dampak
negatif di pasar finansial. Memanasnya suhu politik memicu aksi jual investor
asing di pasar modal. Total net sell dalam periode tersebut mencapai Rp 7 triliun.
Menteri Keuangan Chatib Basri yang
ditanya mengenai kenaikan indeks dan rupiah mengatakan pertemuan kedua tokoh
tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar. "Tentu ada pengaruh
domestik, namun tidak besar," ujar Chatib di Jakarta, Jumat (17/10).
Menurut dia, penguatan nilai tukar dan
pasar saham juga terjadi di beberapa negara emerging market dan kawasan Asia.
Di tempat terpisah, Menko Perekonomian
Chairul Tanjung mengatakan kerjasama seluruh elemen bangsa akan membuat pasar
tenang. Untuk itu dia berharap pemimpin republik ini bersatu. Pihak yang menang
tidak sombong dan mau mengajak pihak yang kalah. Sedangkan yang kalah mau
membantu yang menang. "Bangsa ini terlalu besar dan majemuk untuk dibangun
satu kelompok. Semua pihak harus bekerja sama," ujar CT.
Minggu lalu, Chairul sempat sesumbar
jika Jokowi dan Prabowo bertemu, dia yakin pasar akan menguat. Hal itu "Bertemu saja, tidak usah bersepakat,
maka iris kuping saya kalau pasar tidak menguat. Sekarang sudah terbukti,"
ujarnya.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar