Akuntansi
Manajemen Lingkungan
•
Merupakan
sub bagian dari akuntansi lingkungan.
•
Menurut EPA (1995) mendefinisikan
akuntansi manajemen lingkungan sebagai proses pengidentifikasian, pengumpulan
dan penganalisisan informasi tentang biaya-biaya dan kinerja untuk membantu
pengambilan keputusan organisasi.
•
Akuntansi manajemen lingkungan adalah
hal yang tak terpisahkan dari unsur manajemen perusahaan.
Akuntansi
manajemen lingkungan sendiri merupakan proses pengidentifikasian, pengumpulan,
perkiraan - perkiraan, analisis, laporan dan pengiriman informasi tentang:
1.
Informasi berdasarkan arus bahan dan
energi.
2.
Informasi berdasarkan biaya lingkungan.
3. Informasi
lainnya yang terukur, dibentuk berdasarkan akuntansi manajemen lingkungan untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan.
Tujuan
Akuntansi Manajemen Lingkungan
1. Pemonitoran dan pengevaluasian
informasi yang terukur dari keuangan maupun manajemen.
2. Pemonitoran arus data tentang bahan
dan energi yang saling berhubungan secara timbal balik guna meningkatan
efisiensi pemanfaatan bahan-bahan maupun energi.
3. Mengurangi dampak lingkungan dari
operasi perusahaan, produk-produk dan jasa.
4. Mengurangi risiko-risiko lingkungan.
5. Memperbaiki hasil-hasil dari
manajemen perusahaan.
Keuntungan penerapan akuntansi manajemen lingkungan
1. Akuntansi
manajemen lingkungan dapat membantu pengambilan keputusan.
2. Akuntansi
manajemen lingkungan meningkatkan performa ekonomi dan lingkungan usaha.
3. Akuntansi manajemen lingkungan akan mampu memuaskan semua
pihak terkait
4. Akuntansi
manajemen lingkungan pada usaha secara simultan dapat meningkatkan performa
ekonomi maupun sisi lingkungan. Oleh karena itu akan berimplikasi pada kepuasan
pelanggan dan invetor, hubungan baik antara pemerintah daerah dan
Kategori
biaya lingkungan
1.
Biaya pencegahan merupakan investasi
yang dibuat dalam usaha untuk menjamin konfirmasi yang dibutuhkan.
2.
Biaya penilaian merupakan biaya yang
terjadi untuk mengidentifikasi kesalahan setelah kejadian.
3.
Biaya kesalahan internal merupakan biaya
memperkerjakan kembali dan biaya perbaikan sebelum diserahkan kepada pelanggan.
4.
Biaya kesalahan eksternal merupakan
biaya yang memperkerjakan kembali dan biaya perbaikan setelah diserahkan kepada
pelanggan. Satu contoh akan memperkerjakan dan memperaiki hasil dari pengujian
yang diterima.