Selasa, 12 Januari 2016

Akuntansi Lingkungan

Akuntansi Manajemen Lingkungan
      Merupakan sub bagian dari akuntansi lingkungan.
      Menurut EPA (1995) mendefinisikan akuntansi manajemen lingkungan sebagai proses pengidentifikasian, pengumpulan dan penganalisisan informasi tentang biaya-biaya dan kinerja untuk membantu pengambilan keputusan organisasi.
      Akuntansi manajemen lingkungan adalah hal yang tak terpisahkan dari unsur manajemen perusahaan.
Akuntansi manajemen lingkungan sendiri merupakan proses pengidentifikasian, pengumpulan, perkiraan - perkiraan, analisis, laporan dan pengiriman informasi tentang:
1.      Informasi berdasarkan arus bahan dan energi.
2.      Informasi berdasarkan biaya lingkungan.
3.      Informasi lainnya yang terukur, dibentuk berdasarkan akuntansi manajemen lingkungan   untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan.
Tujuan Akuntansi Manajemen Lingkungan
1.      Pemonitoran dan pengevaluasian informasi yang terukur dari keuangan maupun manajemen.
2.      Pemonitoran arus data tentang bahan dan energi yang saling berhubungan secara timbal balik guna meningkatan efisiensi pemanfaatan bahan-bahan maupun energi.
3.      Mengurangi dampak lingkungan dari operasi perusahaan, produk-produk dan jasa.
4.      Mengurangi risiko-risiko lingkungan.
5.      Memperbaiki hasil-hasil dari manajemen perusahaan.
Keuntungan penerapan akuntansi manajemen lingkungan
1.      Akuntansi manajemen lingkungan dapat membantu pengambilan keputusan.
2.      Akuntansi manajemen lingkungan meningkatkan performa ekonomi dan lingkungan usaha.
3.      Akuntansi manajemen lingkungan akan mampu memuaskan semua pihak terkait
4.      Akuntansi manajemen lingkungan pada usaha secara simultan dapat meningkatkan performa ekonomi maupun sisi lingkungan. Oleh karena itu akan berimplikasi pada kepuasan pelanggan dan invetor, hubungan baik antara pemerintah daerah dan
Kategori biaya lingkungan
1.      Biaya pencegahan merupakan investasi yang dibuat dalam usaha untuk menjamin konfirmasi yang dibutuhkan.
2.      Biaya penilaian merupakan biaya yang terjadi untuk mengidentifikasi kesalahan setelah kejadian.
3.      Biaya kesalahan internal merupakan biaya memperkerjakan kembali dan biaya perbaikan sebelum diserahkan kepada pelanggan.
4.      Biaya kesalahan eksternal merupakan biaya yang memperkerjakan kembali dan biaya perbaikan setelah diserahkan kepada pelanggan. Satu contoh akan memperkerjakan dan memperaiki hasil dari pengujian yang diterima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar