RMOL. Kendaraan
roda dua sejak kemarin resmi tidak bisa melintas di Jalan Thamrin hingga Medan
Merdeka Barat. Dari pantuan redaksi, sepanjang rute tersebut arus kendaraan
sepi. Namun, pemandangan berbeda justru terlihat di sepanjang kanan kiri Jalan
Thamrin Sudirman.
Sebut saja Jalan
Tanah Abang, area yang menjadi salah satu rute altenatif pengendara motor itu
semakin penuh akibat penumpukan kendaraan motor serta parkir liar.
Pemandangan
serupa juga terlihat di Jalan Kebon Kacan, Jalann Kampung Bali, Jalan Abdul
Muis, Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Agus Salim. Ribuan kendaraan tampak sesak
memenuhi jalan alternatif itu akibat motor dilarang melintas di Thamrin dan
Medan Merdeka Barat.
Mengetahui hal
tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI seolah tak bisa melakukan apa-apa.
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Muhammad Akbar justru meminta masyarakat
menyesuaikan diri dengan kebijakan ini.
"Masyarakat
memang perlu beradaptasi, perlu waktu mereka menyesuaikan diri dan merencanakan
perjalanannya dengan baik," ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis
(18/12).
Ia berjanji akan
menambah petugas patroli untuk mengurai kemacetan di rute alternatif tersebut.
Ia mengklaim jejeran petugas yang terlihat oleh pengendara akan memberi efek
takut dan memaksa masyarakat taat pada aturan.
Kata Akbar, ia
telah menerjunkan 110 petugas Dishub dan100 petugas Satpol PP untuk mengamankan
patroli sepanjang kebijakan ini dilaksanakan. Selain itu, Pemprov DKI juga
menggandeng 1.700 petugas dari kepolisian. [rus]
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar