Jakarta, CNN
Indonesia -- Kebijakan Kementerian Perhubungan menetapkan harga tiket terendah
pesawat yang boleh dijual maskapai penerbangan minimal 40 persen dari harga
tiket batas atas dipertanyakan Anne Graham, Ahli Penerbangan dari Westminster
University, Inggris.
Menurut Graham,
penjualan tiket dengan harga murah yang umumnya dilakukan oleh maskapai low
cost carrier (LCC) selama ini selalu bisa menyesuaikan harga tiket murah dengan
aturan keselamatan penerbangan yang ketat.
"Di Eropa,
catatan keselamatan LCC sangat baik. Tidak ada kaitan antara tiket murah dan
lemahnya keselamatan penerbangan," kata Graham pada acara seminar ASEAN
Open Sky di Graha Angkasa I, Jakarta, Senin (12/1) dikutip dari detikfinance.
Menurut Graham,
tingkat keselamatan penerbangan maskapai LCC di Eropa dan Amerika Serikat
sangat tinggi. Maskapai yang menyediakan layanan penerbangan no frills tersebut
bisa menjual tiket murah karena pemerintah atau regulator tidak ikut campur
dalam pengaturan tarif penerbangan.
Graham
menjelaskan inovasi yang dilakukan maskapai LCC untuk bisa menciptakan harga
tiket murah dipastikan tidak mengurangi aspek keselamatan penerbangan mengingat
persaingan yang ketat dalam memperebutkan penumpang.
“Tingkat
permintaan perjalanan bisnis dan wisata di Amerika Serikat dan Eropa sangat
tinggi. Oleh karena itu dua benua tersebut menjadi awal tumbuhnya maskapai LCC.
Maskapai jenis ini mampu menarik banyak penumpang dan menciptakan traffic
baru,” kata Graham.
Optimalkan
Utilisasi Pesawat
Menurutnya yang
dilakukan maskapai LCC untuk bisa menjual murah tiket bukan dengan mengorbankan
biaya perawatan pesawat. Namun salah satunya adalah dengan mengoptimalkan
penggunaan pesawat.
“LCC memanfaatkan
pesawat dengan maksimal. Mereka juga meminimalkan penggunakan tipe pesawat
dengan hanya memakai satu jenis pesawat. Di Eropa, tarif bandara khusus LCC
juga tidak mahal,” sebutnya.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar